3+ Struktur Sel dan Fungsinya

Sel tersusun atas beberapa struktur yang memiliki fungsi berbeda-beda. Teori sel modern telah memetakan 3 struktur yang secara umum membentuk sebuah sel. Struktur tersebut yaitu membran, organel, dan sitoplasma. Dalam perkembangan ilmu biologi, struktur sel dibedakan lagi berdasarkan jenis selnya, yaitu sel eukariotik dan sel prokariotik. Secara struktur, kedua jenis sel ini berbeda. Begitupun antara sel hewan dan tumbuhan yang juga memiliki struktur yang berbeda.

3 Struktur Sel dan Fungsinya

Nah, seperti apa penjelasan dari masing-masing struktur sel tersebut? Berikut ini uraian selengkapnya:

Struktur Sel dan Fungsinya

Seperti yang telah kita uraiakan di awal, bahwa struktur sel terdiri dari 3 bagian besar yaitu, membran, organel, dan sitoplasma. 

1. Membran

Struktur yang pertama dari sebuah sel adalah membran, atau disebut juga dengan membran plasma atau plasmalema. Membran adalah bagian terluar dari sel yang memiliki ketebalan sekitar 70 - 100 angstrom. Secara struktur, membran disebut juga dengan lipid bilayer karena tersusun atas dua lapis lipid. Membran adalah bagian sel yang berfungsi untuk membungkus atau menutupi sel. Membran terdiri dari dua jenis, yaitu membran sel dan dinding sel.


Membran sel mengandung 30% molekul protein ekstrinsik (protein perifer) dan 70% protein intrinsik (protein integral). Sifat semipermeabel dari membran sel berfungsi untuk memudahkan dilewati molekul air. Selain itu, membran sel juga bersifat selektif permeable, yaitu sifat dari membran yang hanya dapat dilewati oleh ion dan molekul polar tertentu. 

Komponen membran sel terdiri dari molekul fosfolipid yang tersusun atas molekul lemak dan molekul fosfat. Molekul lemak memiliki sifat hidrofobik (tidak mengikat air), sedangkan molekul fosfat memiliki sifat hidrofilik (mengikat air). Berikut ini adalah gambar dari membran sel:

membran sel

Fungsi utama dari membran sel adalah untuk mengatur pergerakan molekul dan ion dari dalam atau dari luar sel. Membran bersifat hidrofobik pada bagian tengahnya untuk menghalangi pengangkutan molekul dan ion polar yang bersifat hidrofilik. Sedangkan, senyawa oksigen dan hidrokarbon yang bersifat hidrofobik dapat dengan mudah melalui membran dan larut didalamnya. Selain itu, molekul kecil yang bersifat polar tak bermuatan dengan cepat dapat menembus membran.

Misalnya, ukuran yang cukup kecil dari karbon dioksida dan air membuatnya dapat menembus di antara lapisan lipid pada membran. Lipid bilayer bersifat impermeabel terhadap molekul polar berukuran besar, dan tidak bermuatan, contohnya glukosan dan jenis gula lainnya.

Membran sel juga memiliki sifat impermeabel terhadap semua jenis ion, baik berukuran kecil (Hidrogen dan Natrium). Sifat selektif permeabel ini disebabkan oleh terdapatnya struktur lipid bilayer pada membran. Transportasi molekul dan ion dalam membran diatur oleh protein integral.

b. Dinding Sel 

Dinding sel ibarat tembok dari sebuah sel. Dinding sel terletak di luar membran plasma yang berfungsi untuk membatasi ruang bagi sel untuk membesar. Dinding sel adalah ciri khas yang dimiliki oleh sel tumbuhan, bakteri, alga, dan jamur (fungi). Pada tumbuhan, selnya tidak dapat berkembang dan bergerak bebas karena dibatasi oleh dinding sel. Fungsi lain dari dinding sel adalah sebagai pemberi dukungan, menyaring, dan melindungi stuktur dan fungsi sel itu sendiri. Berikut ini adalah gambar dari dinding sel:

dinding sel

Dinding sel juga berfungsi untuk mencegah masuknya kelebihan air ke dalam sel. Dinding sel tersusun atas berbagai jenis komponen, tergantung jenis organismenya. Misalnya, pada tumbuhan dinding selnya dibentuk oleh polimer karbohidrat. Sedangkan, pada bakteri komponen penyusun dinding selnya adalah peptidoglikan. 

2. Organel Sel

organel sel

Organel sel adalah subkomponen sel yang terdapat dalam sitoplasma dan berfungsi untuk menjalankan segala fungsi kehidupan organisme. Masing-masing organel tersebut memiliki fungsi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tugas penting yang dijalankan oleh organel tersebut yaitu untuk melakukan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh sel. Apa saja organel-organel sel tersebut? Berikut ini uraiannya:

a. Ribosom

Ribosom adalah organel sel yang banyak dijumpai dalam sel. Fungsi ribosom adalah khususnya untuk melakukan sintesis protein. Ribosom tersusun atas komponen rRNA dan protein, tidak memiliki membran, dan memiliki ukuran diameter sekitar 15 nm. Ribosom terdapat dibeberapa bagian dalam sel, seperti melekat pada membran retikulum endoplasma, membran luar inti sel, mitokondria dan kloroplas, serta ditemukan juga berada bebas dalam sitoplasma sel. Perhatikan gambar ribosom berikut ini:

ribosom

Ribosom sering membentuk rantai menempel satu sama lain, disebut dengan polisom atau poliribosom. Unit-unit dalam ribosom terikat menjadi satu oleh mRNA.  Berdasarkan kecepatan mengendapnya (sedimentasi), ribosom dibedakan menjadi ribosom subunit besar (60S) dan ribosom subunit kecil (40S). Di dalam nukleolus, setiap subunit tersebut disintesis secara terpisah. Masing-masing ribosom mengandung rRNA yang ditranskripsikan oleh urutan DNA khusus di dalam kromatin, kemudian keluar dari inti melalui pori-pori sendiri-sendiri, kemudian bergabung pada saat terjadinya sintesis protein.

Ribosom kecil terdapat pada kloroplas dan mitokondria yang berperan penting sebagai sintesis protein dalam kedua organel tersebut. Di dalam inti sel tidak terdapat adanya ribosom sehingga seluruh protein di dalam inti sel disintesis oleh ribosom sitoplasma.

b. Lisosom

Lisosom berfungsi sebagai alat pencernaan bahan makanan yang masuk ke dalam sel. Lisosom berbentuk bulat dan dibatasi oleh sistem membran tunggal. Lisosom berukuran 1,5 mikron yang sering dijumpai berdekatan dengan apparatus Golgi. Aparatus Golgi yang penuh protein tempat dihasilkannya lisosom. Lisosom merupakan organel sel untuk menghasilkan berbagai jenis enzim hidrolitik seperti, fosfatase, lipase, dan proteolitik. Enzim tersebut berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam sel secara fagositosis. Perhatikan gambar lisosom berikut ini:

lisosom

Fungsi lain dari lisosom adalah untuk memproduksi zat kekebalan tubuh. Olehnya itu, lisosom banyak juga dijumpai pada sel darah putih. Dalam menghancurkan makanan, lisosom bersifat eksositosis. Selain itu, lisoson juga bersifat autolisis dan autofagi.

Organel lisosom terdiri dari dua jenis, yaitu lisosom primer dan lisosom sekunder. Lisosom primer bertugas untuk menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif. Fungsinya sebagai vakuola makanan. Sedangkan, lisosom sekunder bertugas sebagai kegiatan pencernaan. Fungsinya sebagai autofagosom.

Terdapat keadaan dimana lisosom berisi bagian-bagian sel dalam proses pencernaannya, seperti retikulum endoplasma dan mitokondria. Aktivitas lisosom tersebut dinamakan autofagosom. Dalam keadaan lapar, terdapat banyak autofagosom dalam sel-sel hati yang berisi mitokondria. Komponen-komponen dari sel-sel tersebut menyusut tanpa mengalami kerusakan.

Proses berkurangnya ekor pada berudu adalah fakta paling mudah untuk melihat peran enzim pada lisosom. Saat proses metamorfosis, sel ekor berudu dicerna sedikit demi sedikit sampai berudu berubah menjadi katak dan tidak berekor sama sekali. Sama halnya yang terjadi pada selaput antara jari tangan dan kaki manusia pada saat embrio, setelah dilahirkan selaput tersebut hilang sama sekali.

c. Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma adalah organel sel yang memiliki membran dengan bentuk jala. Retikulum endoplasma terdiri dari tiga bentuk, yaitu tubula, vesikula, dan lamela. Terdapat dua tipe retikulum endoplasma, yaitu retikulum endoplasma granular (RE kasar) dan retikulum endoplasma agranular (RE halus).
Retikulum Endoplasma (RE)

RE kasar adalah retikulum endoplasma yang pada dindingnya terdapat ribosom yang terlibat dalam melakukan sintesis protein. Sedangkan, RE halus adalah retikulum endoplasma yang pada dindingnya tidak terdapat ribosom yang tidak aktif dalam melakukan sintesis protein. RE jenis ini banyak ditemukan pada leukosit dan sel lemak.

d. Badan Golgi

Badan Golgi adalah organel terbesar dalam sel. Organel ini ditemukan pertamakali oleh seorang ilmuwan Italia yang bernama Camillo Golgi. Sebagian besar sel organisme hidup memiliki Badan Golgi, kecuali pada sel prokariotik, seperti Cyanophyta, bakteri, dan mikoplasma. Badan Golgi juga tidak dijumpai pada sel spermatozoa Bryophyta dan Pteridophyta dan juga sel jamur. Perhatikan gambar badan Golgi berikut ini:

badan golgi

Badan Golgi banyak dijumpai tersebar pada sitoplasma. Ukuran Badan Golgi sekitar 1 mikron. Pada sel hewan dan tumbuhan, bentuk badan Golgi relatif sama. Membran pada badan Golgi mengandung banyak enzim. Dalam badan Golgi, terdapat vitamin C, asam lemak, dan karotenoid. Pada sel tumbuhan, badan Golgi disebut dengan diktiosom.

Badan Golgi memiliki fungsi sebagai berikut:
  • Membentuk akrosom di dalam sp3rma, kuning telur pada sel telur, dan lisosom
  • Melakukan pembentukan dinding sel (selulosa, hemiselulosa, dan pektin)
  • Melakukan pembentukan membran plasma
  • Melakukan pembentukan vesikula ekskretorius, yaitu kantung untuk membungkus zat yang akan dikeluarkan dari sel.

e. Badan Mikro

Badan mikro disebut juga dengan mikrobodi adalah organel sel yang berbentuk bulat, berisi kristal protein, serta memiliki membran. Badan mikro terdiri dari dua jenis, yaitu glioksisom dan peroksisom. Kedua tipe badan mikro ini banyak mengandung enzim oksidase dan katalase. Glioksisom banyak ditemukan pada sel tumbuhan. Selain itu, glioksisom juga terdapat pada biji yang sedang berkecambah. Perhatikan gambar badan mikro berikut ini:

badan mikro

Sedangkan, periksom terdapat pada sel hewan dan daun tumbuhan tingkat tinggi. Badan mikro jenis ini berperan penting dalam proses oksidasi suatu substrat dan menghasilkan hydrogen peroksida. Selanjutnya, peroksida akan diuraikan lebih lanjut oleh katalase untuk menghasilkan oksigen dan air. Pada sel tumbuhan, peroksisom melekat pada retikulum endoplasma, kloroplas, dan mitokondria.
Fungsi utama dari badan mikro adalah:
  • Bertanggung jawab terhadap terjadinya metabolisme asam lemak
  • Berperan penting dalam proses siklus glioksilat
  • Melindungi organel sel dari senyawa yang sifatnya toksik
  • Berfungsi sebagai sintesis serin dan glisin pada sel tumbuhan. 

f. Vakuola

Vakuola adalah organel sel yang berisi cairan yang mengandung bahan makanan, asam amino, glukosa, garam, asam, enzim, lipid, dan basa. Pada sel hewan, vakuola berukuran kecil. Sedangkan, pada sel tumbuhan vakuolanya berukuran besar. Vakuola berbentuk rongga yang diselaputi dengan membran. Perhatikan gambar vakuola berikut ini:
vakuola 

Fungsi utama dari vakuola adalah sebagai berikut:
  • Menyimpan sisa-sisa metabolisme, seperti tannin, alkaloid, kristal kalsium oksalat, dan getah.
  • Menyimpan makanan, seperti protein, sukrosa, garam, dan senyawa organik lainnya.
  • Memasukkan air melalui tonoplast agar tegangan turgor sel tetap baik.

g. Mitokondria

Mitokondria adalah sebuah organ supermini yang ada dalam tiap cairan sel atau sitoplasma. Ia bertugas sebagai pabrik energi yang memberi suplai energi untuk semua aktivitas metabolisme sel. Organel ini berperan pentin dalam proses respirasi sel. Mitokondria adalah organel sel yang memiliki keunikan tersendiri, yaitu memiliki DNA sendiri. Banyak ilmuwan yang mempercayai bahwa dahulu mitokondria hidup bebas. Mitokondria dapat dijumpai pada sel eukariotik. Mitokondria berukuran panjang sekitar 1 sampai 10 mikron. Perhatikan gambar mitokondria berikut ini:

mitokondria

h. Mikrotubulus

Mikrotubulus merupakan organel berbentuk silinder berongga dengan ukuran diameter sekitar 25 nm. Tidak memiliki membran dan disusun oleh protein. Hampir semua sel terdapat mikrotubulus dan sering ditemukan sebagai unsur tunggal yang secara merata tersebar dalam sitoplasma. Pada kebanyakan sel hewan, mikrotubulus tumbuh seperti jari-jari dari pusat sel yang terletak di dekat nukleus. Fungsi utama dari mikrotubulus adalah untuk membentuk sentriol, silia, dan benang spindel. Perhatikan gambar mikrotubulus berikut ini:

Mikrotubulus

i. Plastida

Plastida adalah organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan dan beberapa jenis ganggang mikroskopik. Plastida merupakan butir-butir zat warna yang terdapat pada sel tumbuhan. Plastida terbagi ke dalam dua tipe, yaitu plastida berwarna (kromoplas) dan plastida yang tidak berwarna (leukoplas). Plastida berwarna terdiri dari rhodoplas, phaeoplas, dan kloroplas. Fungsi utama dari kloroplas adalah:
  • Berperan penting dalam sintesis protein (penyusun kloroplas)
  • Bertugas dalam proses fotosintesis, yaitu pada reaksi terang dan reaksi gelap.

j. Sentriol

Organel sentriol dapat dijumpai pada jamur dan sel hewan. Pada tumbuhan tinggi, sel-selnya tidak memiliki sentriol. Fungsi utama sentriol untuk melakukan pembelahan sel. Berupa dua buah organel yang bertugas dalam pembelahan sel. Tiap-tiap sentriol terdiri dari Sembilan triplet mikrotubulus yang tersusun membentuk cincin. Organel sentriol mulai terlihat ketika pembelahan sel berada pada tahap profase. Sentriol bergerak ke arah kutub-kutub yang berlawanan, kemudian dua anak sel akan terbentuk.

3. Sitoplasma 

Sitoplasma adalah bagian terbesar dari sel. Di dalam sitoplasma tempat terjadinya berbagai macam reaksi penting, seperti ekskresi, respirasi, dan sintesis protein. Sitoplasma adalah cairan sel yang terdapat disekitar inti sel dan membran plasma. Cairan ini disebut dengan sitosol, yaitu suatu cairan yang memiliki sifat koloid atau mirip jeli. Perhatikan gambar sitoplasma berikut ini:

Sitoplasma

Terdapat berbagai organel sel di dalam sitoplasma. Fungsi utama dari sitoplasma adalah tempat berlangsungnya seluruh reaksi kimia dan metabolisme sel.

Baca Juga: Pengertian Sel Paling Lengkap

Untuk membantu Anda dalam memahami materi ini, berikut ini kami sajikan video pembelajaran tentang struktur sel dan fungsinya:


Demikianlah uraian tentang 3+ Struktur Sel dan Fungsinya, semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon