Lisosom: Fungsi dan Struktur (Gambar + Video)

Apa fungsi dari lisosom sel? Seperti apa strukturnya? Dalam ilmu biologi, lisosom adalah salah satu organel yang menjadi bagian dari sel. Bentuknya bulat dan dibatasi oleh sistem membran tunggal. Lisosom memiliki fungsi dan struktur khas yang membedakannya dengan organel sel lainnya. Jika dilihat dari fungsinya, organel ini memiliki peran penting dalam sistem pertahanan sel, khususnya pada proses penghancuran zat-zat asing yang tidak bermanfaat dan membahayakan sel. Nah, lebih jelasnya perhatikan uraian berikut ini:

Lisosom: Fungsi dan Struktur

Struktur Lisosom

Pada umumnya, organel lisosom berbentuk bulat sedikit lonjong dengan ukuran panjang sekitar 0,2 sampai 0,8 mikron, dengan diameter sekitar 1,5 mikron, organel ini terletak sangat dekat dengan aparatus Golgi. Aparatus Golgi yang penuh dengan protein akan menghasilkan lisosom. Lisosom bertugas untuk memproduksi enzim-enzim hidrolitik seperti fosfatase, lipase, dan proteolitik. Secara fagositosis, semua makanan yang masuk ke dalam sel akan dicerna oleh enzim-enzim ini.

Struktur Lisosom

Lisosom terbagi ke dalam dua jenis, yaitu lisosom primer dan lisosom sekunder.
  • Lisosom primer adalah lisosom yang menghasilkan enzim-enzim yang belum aktif, berfungsi sebagai vakuola makan.
  • Lisosom sekunder adalah lisosom yang berperan aktif dalam kegiatan mencerna, berfungsi sebagai autofagosom.
Lisosom berbentuk kantung yang dibatasi oleh membran. Enzim dalam lisosom berperan dalam proses dekomposisi atau penguraian sebagian besar sel. Molekul-molekul besar akan dicerna oleh lisosom. Pada organisme uniseluler, seperti Amoeba, lisosom dan vakuola makanan akan bersatu. Selanjutnya, enzim yang terdapat pada lisosom tersebut akan mencerna makanan. Di saat sel-sel mengalami kematian, membran yang meliputi kantung lisosom akan mengalami degradasi sehingga enzimnya keluar dan melakukan penguraian bagian-bagian sel. Olehnya itu, lisosom sering dinamakan juga sebagai "kantung bunuh diri" (suicide pack). 

Baca Juga:
Terdapat keadaan di mana lisosom terdiri dari bagian-bagian sel yang sedang dalam proses cerna, seperti retikulum endoplsma atau mitokondria. Keadaan lisosom ini disebut autofagosom. Dalam kondisi lapar, sel-sel hati mengandung banyak autofagosom yang terdiri dari mitokondria. Tanpa mengalami kerusakan, sel-sel tersebut menyusutkan komponen-komponennya.

Organel lisosom banyak terdapat pada sel hewan. Lisosom akan dijumpai relatif lebih banyak khususnya pada sel-sel yang berfungsi dalam sekresi, seperti ginjal, leukosit, hati, dan sel pankreas.  

Fungsi Lisosom

Disamping fungsinya untuk pencernaan makanan, lisosom juga bertugas untuk memproduksi zat kekebalan (imunitas). Inilah sebabnya, lisosom banyak ditemukan pada sel-sel darah putih. Lisosom memiliki sifat autofagi, autolisis, dan menghancurkan makanan secara eksositosis. Fungsi penting lisosom antara lain sebagai berikut:
  • Mencerna zat makan hasil pinositosis dan hasil fagositosis
  • Mencerna makanan cadangan pada saat kekurangan makanan
  • Autolisis, yakni keadaan fisiologis tertentu, organel sel yang rusak akan dicerna oleh lisosom. Proses ini disebut autofagi.
  • Menghancurkan zat-zat di luar sel, seperti sperma memproduksi enzim untuk menghancurkan dinding sel telur pada proses fertilisasi.
  • Menetralkan zat-zat yang sifatnya karsinogen, yaitu zat yang dapat menyebabkan kanker. 
Contoh paling jelas untuk melihat fungsi enzim pada lisosom adalah pada peristiwa memendeknya ekor dari berudu. Pada saat bermetamorfosis, sel-sel ekor berudu akan dicerna sedikit demi sedikit sampai berudu berubah menjadi katak dan tidak memiliki ekor. Contoh lainnya adalah pada selaput antara jari-jari kaki dan tangan manusia pada tahap embrio, setelah bayi dilahirkan selaput tersebut sudah tidak ada. 

Pada titik tumbuh sel akar, bentuk lisosomnya tidak beraturan. Lisosom juga dicirikan oleh terdapatnya membran dan mengandung berbagai jenis enzim, seperti glioksidase, sulfatase, ribonuklease, deoksiribonuklease, fosfatase, dan kolagenase.

Lisosom mempunyai pH yang sangat rendah dan mempunyai enzim hidrolitik, yaitu enzim yang dapat mencerna setiap molekul makro secara intraseluler. Dalam keadaan asam, enzim ini akan menghidrolisis protein, asam nukleat, lemak, dan polisakarida. Adakalanya makromolekul masuk ke dalam sel secara fagositosis membentuk struktur berupa vakuola makan. Kemudian, lisosom dari badan Golgi menyatu dengan vakuola makanan. Pada saat itu, enzim dari lisosom masuk ke vakuola makanan untuk mencerna molekul makro (partikel makanan). Perhatikan gambar di bawah ini:

lisosom mencerna makanan

Enzim pada lisosom akan melakukan autolisis pada sel-sel yang telah mati. Permukaan sel akan melepaskan enzim-enzim lisosom untuk melakukan pemusnahan material intrasel. Jika terdapat keadaan tidak ada enzim lisosom, maka lisosom akan mengalami kebanjiran zat yang biasanya dimusnahkan olehnya. Kondisi ini akan mengakibatkan rusaknya sel dan menimbulkan penyakit.

Untuk membantu Anda memahami materi fungsi dan struktur lisosom ini, berikut ini kami tampilkan video pembelajaran tentang lisosom: 

Demikianlah uraian tentang Lisosom: Fungsi dan Struktur (Gambar + Video), semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon