Ribosom Sel: Fungsi dan Struktur (Terlengkap)

Fungsi dan Struktur Ribosom. Dalam ilmu biologi, ribosom (ribosome) adalah salah satu organel sel yang tersebar dalam sitoplasma. Ribosom berbentuk bulat dan berukuran kecil dengan diameter sekitar 15-20 nm. Pada umumnya, ribosom dapat ditemukan pada sel prokariotik maupun sel eukariotik. Ribosom sering ditemukan terletak menempel pada membran retikulum endoplasma. Namun, ada juga yang menempel pada permukaan luar membran inti sel. Nah, seperti apa fungsi dan struktur dari organel ini? Berikut ini uraian selengkapnya.

Ribosom Sel: Fungsi dan Struktur (Terlengkap)

Struktur Ribosom

Ribosom merupakan organel sel yang tersusun atas rRNA dan protein. Berbentuk butiran kecil nucleoprotein yang tersebar secara merata dalam sitoplasma. Bahan penyusun ribosom adalah RNA ribosomal (RNAr) dan protein. Selain tersebar di sitoplasma, ribosom ada jug yang terdapat melekat pada retikulum endopaslama (RE) dan tersusun sangat teratur. 

Ribosom merupakan organel yang berbentuk partikel dengan ukuran lebih kecil dari mitokondria. Oleh sebab itu, untuk mengamatinya harus menggunakan mikroskrop elektron. Retikulum endoplasma yang terdapat ribosom melekat padanya disebut dengan RE kasar, sedangkan yang tidak mengandung ribosom disebut dengan RE halus. 

Selain pada retikum endopaslama, ribosom terlihat juga menempel pada bagian luar membran inti dalam sitosol. Di bawah mikroskop elektron, ribosom terlihat seperti bintik hitam. Disamping itu, ribosom sering juga terbentuk menyerupai untaian, tersusun membentuk pola spiral (terpilin). Struktur dari ribosom ini disebut dengan polisom atau poliribosom.

Polisom terbentuk karena melekatnya ribosom pada RNA selama proses translasi protein. Banyak ribosom yang dapat melekat ke RNA tunggal, dan masing-masing ribosom menghasilkan sebuah protein. Polisom ini bebas berada di dalam sitoplasma atau terikat ke RE. Perhatikan gambar polisom di bawah ini:

Ribosom dapat disebut juga dengan bintik Palade karena pertamakali ditemukan oleh Palade. Disamping itu, karena di dalamnya terdapat Ribonucleic Acid (RN), ribosom dapat disebut juga sebagai granula RNA. Selain tersebar dalam sitoplasma, ribosom ada juga yang ditemukan bergerombol dan berderet-deret. Ribosom terdiri dari ribosom 80-S, di mana ribosom tersebut terdiri atas dua subunit, yaitu ribosom 60-S dan ribosom 40-S. 

ribosom besar kecil

Subunit ribosom tersebut didasarkan pada perbedaan antara kecepatan mengendapnya (sedimentasi). Setiap subunit tersebut disintesis secara terpisah di dalam inti terutama di nukleolus. Masing-masing ribosom tersebut mengandung rRNA yang ditranskripsikan oleh urutan DNA khusus dalam kromatin, kemudian keluar dari inti melalui pori-pori sendiri dan bergabung pada saat sintesis protein.

Baca Juga:
Ribosom dengan jumlah yang cukup banyak ditemukan pada limfosit, sel ragi, sel embrio, sel meristematis, dan sel kanker. 

Fungsi Ribosom

Fungsi utama ribosom adalah sebagai sintesis protein. Ribosom yang tersebar bebas pada sitoplasma sangat berguna untuk melakukan sintesis protein yang berfungsi dalam sitoplasma. Sedangkan, ribosom yang menempel pada permukaan RE berfungsi sebagai sintesis protein yang hasilnya masuk ke lumen RE. Gambar di bawah ini menunjukkan ribosom yang melekat pada RE.

ribosom melekat pada RE

Protein dari lumen RE selanjutnya akan diproses di badan Golgi. Hasilnya adalah protein untuk fungsi struktural, contohnya protein periferal atau protein integral yang ditempatkan pada membran plasma. Hasil lainnya adalah berupa protein fungsional yang berfungsi sebagai enzim.
Semua sel eukariotik dan prokariotik memiliki ribosom, yang semuanya memiliki fungsi sebagai tempat sintesis protein. Jumlah dari ribosom dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan sel. Pada saat pertumbuhan, sel memiliki aktivitas tinggi, menyebabkan kebutuhan protein meningkat, maka jumlah ribosom juga akan meningkat. Sel E. coli yang tumbuh secara cepat, membawa 15.000 ribosom pada setiap genom. Semuanya berfungsi sebagai sintesis protein.

Agregat poliribosom membran mengandung semua komponen dalam melakukan sintesis protein. Poliribosom adalah ribosom 70S (monomer) yang ditemukan melekat pada mRNA. Pada prokariotik, setiap sel mengandung 10 sampai ribuan ribosom yang berukuran sangat kecil, sehingga terlihat seperti granula-granula di dalam sitoplasma. 

Ribosom yang terdiri dari dua unit itu, besar dan kecil. Tipe RNA pada ribosom disebut dengan RNA ribosomal (rRNA). Pada prokariotik, ribosomnya berbeda dengan sel eukariotik dengan hal jumlah protein dan molekul rRNA lebih sedikit, ukuran lebih kecil, dan kepadatannya lebih rendah. Ribosom prokariotik adalah 70S, sedangkan pada eukariotik ribosom 80S. S merupakan singkatan dari Svedberg Units merupakan tingkat kecepatan sedimentasi relatif ribosom saat sentrifugasi menggunakan ultra-high-speed centrifugation.

Beberapa antibiotik menghambat kinerja sintesis protein pada ribosom prokariotik. Streptomisin dan gentamisin menghambat dengan cara mengikat subunit kecil 30S, sehingga mengganggu proses sintesis protein. Subunit besar 50S juga dapat diikat oleh antibiotik, seperti kloramfenikol dan erithromisin. 

Untuk membantu Anda dalam memahami fungsi dan struktur dari ribosom ini, berikut ini kami tampilkan video pembelajaran tentang ribosom: 


Demikianlah penjelasan tentang Ribosom Sel: Fungsi dan Struktur (Terlengkap), semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon