6 Fungsi Sentrosom (Penjelasan Lengkap)

Sentrosom adalah organel sel yang terdapat pada sel hewan berbentuk bulat kecil terletak pada salah satu kutub inti. Pada proses reproduksi sel, sentrosom akan membelah diri membentuk sentriol. Proses sebaliknya bisa saja terjadi, yaitu sentrosom akan terbentuk dari gabungan dua sentriol dengan kedudukan tegak lurus. Struktur sentrosom terdiri dari benang-benang spindel yang berfungsi untuk menggerakkan kromosom pada tahapan mitosis pembelahan sel.

6 Fungsi Sentrosom (Penjelasan Lengkap)

Sejarah Sentrosom

Organel sentrosom pertamakali ditemukan oleh Edouard Van Beneden pada tahun 1883, seorang ilmuwan Belgia. Namun, baru pada tahun 1888, organel ini dinamakan sentrosom oleh ilmuwan lainnya, yaitu Theodor Boveri. Sentrosom adalah organel khas yang terdapat pada hewan, sedangkan pada tumbuhan fungsi penting sentrosom dilakukan oleh organel lainnya.

Dari hasil pengamatan, sentrosom berperan penting dalam mengatur siklus sel dan menjadi bagian integral pada proses pembelahan sel secara mitosis. Sentrosom berasal dan terbentuk dari kolaborasi sentriol dan bahan perisentriolar lainnya. Bahan perisentriolar adalah bahan yang terdiri atas protein, seperti ninein, tubulin, dan perisentrin. Kedua sentriol tersebut saling tegak lurus satu sama lain.

Sentrosom dan Pembelahan Sel

Selama proses pembelahan sel, sentrosom dan sentriol memegang fungsi penting. Dalam tahapan mitosis pembelahan sel, atau disebut juga dengan kariokinesis, akan dipertahankan jumlah kromosom, yaitu tiap sel anak (hasil pembelahan) jumlah kromosomnya sama dengan sel induknya (sel yang membelah). Kecuali pada sel-sel reproduksi, semua sel di tubuh akan mengalami pembelahan sel secara mitosis. Sementara pada hasil mitosis sel diploid, meiosisnya terjadi dalam dua tahapan yang mengarah pada pembentukan gamet haploid.
sentrosom gambar

Bagian-bagian Sentrosom

Sentrosom yang merupakan organel yang terdapat pada sel hewan dibangun dari dua sentriol orthogonal yang dikelilingi oleh massa protein amorphous yang memasukkan PCM. Di dalam PCM terdapat protein yang bertugas sebagai microtubule nucleation dan menjangkar termasuk Y-tubulin, ninein, dan pericentrin. Tiap sentriol pada sentrosom umumnya mengandung 9 triplet microtubule yang terpasang pada suatu struktur cartwheel dan memiliki tektin, centrin, dan cenexin.

6 Fungsi Sentrosom

Tiap-tiap spesies makhluk hidup dibedakan oleh jumlah kromosomnya yang tetap untuk spesies. Misalnya, manusia memiliki sel dengan 23 atau 46 pasang kromosom. Pada pembelahan mitosis fase-S, tiap kromosom tersebut akan membelah diri menjadi kromatoid. Jumlah kromosom pada setiap sel anakan akan selalu sama dengan sel induknya. Hal ini untuk menjamin kelangsungan hidup spesies.

Pada proses pembelahan sel, sentrosom berfungsi untuk mempertahankan jumlah kromosom. Selama pembelahan sel, replikasi DNA akan diiringi oleh pemisahan sentrosom menjadi dua, tiap satu sentrosom akan mengandung 1 sentriol. Kedua sentrosom tersebut melekat pada kutub yang berlawanan dengan inti. Setelah larut dalam membran inti, sentrosom akan membentuk spindel dan saling terhubung dengan pembentukan serta gelendong di antara mereka.

Kromosom yang telah membelah diri menjadi dua kromatid, satu dari dua kromatid tersebut akan terhubung dengan kutub utara, sedangkan kromatid lainnya akan berpindah ke arah kutub selatan inti. Pada tahapan akhir pembelahan sel mitosis, dua sel anak akan terbentuk dari setiap sel induk yang membelah, dan tiap-tiap sentrosom dari sel induk akan menjadi inti dari sel anak.

Selain fungsi-fungsi di atas, sentrosom juga diamati melakukan beberapa fungsi lainnya, yaitu:
  1. Sentrosom menjadi pengatur silia primer yang terdapat pada sel-sel epitel ginjal, lapisan perut, sel-sel batang di mata, dan reseptor penciuman.
  2. Sentrosom bertugas melakukan inisiasi sitokinesis, atau pemisahan dari sel induk menjadi dua. Dari hasil pengamatan, bahwa keadaan tidak adanya sentrosom akan membuat sitokinesis tidak memulai bahkan setelah selesainya tahapan mitosis.
  3. Sentrosom menjadi pusat penghasil mikrotubulus, yaitu struktur filamen tipis dalam sel. Mikrotublus dan sentrosom berfungsi untuk menentukan arah pertumbuhan dari beberapa jenis sel seperti neuron, di mana titik dan arah pertumbuhan aksonnya ditentukan oleh sel-sel ini. Sentrosom dan mikrotubulus dikenal sebagai kepala pusat pengatur mikrotubulus dari sel-sel hewan.

Perubahan Sentrosom pada Sel Kanker

Pada tahun 1914, Theodor Boveri menjelaskan penyimpangan sentrosom pada sel kanker. Pengamatan ini menjangkau banyak tipe tumor manusia. Pada sel kanker, perubahan sentrosom dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu secara jumlah dan struktur:

1. Penyimpangan Jumlah Sentrosom

Penyimpangan jumlah sentrosom pada sel kanker disebabkan karena ketidakstabilan genome dan kehilangan diferensiasi tissular. Perhitungan jumlah sentrosom terkadang metodenya kurang tepat karena tidak mendapatkan gambaran sentriol yang letaknya sangat dekat satu sama lain. Namun, fakta tentang peningkatan jumlah tersebut bisa dilihat pada tumor manusia khususnya pada bagian otak.

2. Penyimpangan Struktur Sentrosom

Penyimpangan struktur sentrosom disebabkan oleh komponen sentrosom yang tidak terkendali atau karena modifikasi post-translational yang tidak mencukupi komponen tersebut. Hasil dari modifikasi ini berupa variasi ukuran sentrosom yang umumnya menjadi terlalu besar. Kecenderungan protein sentrosomal untuk membentuk kumpulan, CRBs sering terletak di tempat ectopic. Sentrosom dan CRBs yang membesar mirip dengan struktur sentrosom yang ada di tumor.

Evolusi Sentrosom

Sentrosom dan sentriol telah mengalami evolusi dilihat dari beberapa gen pananda seperti centrins. Centris memiliki dua sub-keluarga utama yang terletak pada awal percabangan eukariot, Giardia intestinalis. Pada nenek moyang eukariot, centris diketahui telah ada. Meskipun, terdapat kajian tentang evolusi dari centriols dan centrins, tetapi belum ada kajian yang dipublikasikan untuk evolusi bahan pericentriolar.

Beberapa bagian dari sentrosom terbukti menyimpang dari model spesies Drosphila melanogaster dan Caernorhabditis elegans. Contohnya, kedua spesies tersebut kehilang satu dari sub-keluarga centrins yang diasosiasikan dengan duplikasi sentriol. Drosophila melanogaster mutan yang sentrosomnya kurang bahkan mampu berkembang secara morfologi menjadi lalat dewasa yang meninggal dengan cepat setelah dilahirkan disebabkan sensor neuron mereka kekurangan silia.

Penelitian tentang Sentrosom

Pada tahun 2006 dilakukan penelitian yang menunjukkan bahwa sentrosom dari telur Surf clam memiliki rangkaian RNA. Rangkaian RNA ini diamati terletak di sedikit atau tidak tempat lain di dalam sel dan tidak tampak pada data genome yang eksis. Rangkaian tersebut mengandung RNA polimerasi. Penelitian ini mengindikasikan bahwa sentrosom tidak memiliki genom DNA mereka sendiri sementara itu telah ditemukan bahwa molekul RNA diasosiasikan dengan sentrosom, pada rangkaian tersebut telah ditemukan nukleus.

Demikianlah penjelasan tentang 6 Fungsi Sentrosom (Penjelasan Lengkap), semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon