Mikrofilamen: Fungsi dan Struktur Lengkap

Mikrofilamen adalah rantai ganda protein tipis dan saling bertaut, memiliki fungsi dalam pergerakan sel. Mikrofilamen adalah organel yang tersusun dari dua macam protein, yaitu miosin dan aktin. Aktin merupakan untaian protein grobular yang kita kenal dengan protein kontraktil. Organel ini banyak ditemukan pada sel-sel otot. Mikrofilamen memiliki ukuran sangat kecil, yakni berdiameter 5-7 nm, sehingga untuk mengamatinya harus menggunakan mikroskop elektron.

Mikrofilamen atau filamen aktin merupakan bagian dari sitoskeleton (kerangka sel) berbentuk batang padat yang tersusun dari suatu protein globular (protein aktin). Mikrofilamen banyak terdapat pada sel eukariotik. Fungsinya berlawanan dengan mikrotubula (peran penahan-tekanan), secara struktural mikrofilamen berfungsi untuk menahan gaya tarik (tegangan). Di dalam sitoskeleton, dengan bergabungnya protein lain, mikrofilamen selalu membentuk jalinan tiga dimensi mirip di dalam membran plasma, yang membantu bentuk sel.

Mikrofilamen: Fungsi dan Struktur Lengkap

Struktur Mikrofilamen (Filamen Aktin)

Jalinan mikrofilamen tersebut membentuk korteks atau lapisan sitoplasma luar sel yang memiliki kekentalan seperti gel (semipadat). Hal ini berlawanan dengan keadaan sitoplasma yang keadaannya lebih cair (sol). Dalam sel hewan yang aktivitasnya khusus mengangkut materi melewati membran plasma, berkas mikrofilamen membentuk inti mikrovili, yaitu penonjolan halus yang meningkatkan luas permukaan sel. Perhatikan gambar mikrofilamen berikut ini:

gambar mikrofilamen

Peran penting organel mikrofilamen atau filamen aktin adalah untuk pergerakan sel khususnya sebagai komponen alat kontraksi sel otot. Di sepanjang sel otot, ribuan filamen aktin tersusun sejajar satu sama lain yang diselingi dengan filamen yang lebih tebal yang tersusun dari protein yang disebut miosin. Kontraksi otot ini bisa terjadi karena miosin dan mikrofilamen saling meluncur melintasi yang lain, yang akan memperpendek selnya. 

Miosin dan aktin dalam mikrofilamen saling berkerjasama dalam sel-sel otot untuk menghasilkan kontraksi. Aktin dan miosin yang terdapat dalam mikrofilamen membuatnya berperan penting dalam semua gerakan yang ada dalam sel. Gerakan-gerakan dalam sel terdiri dari endositosis, eksositosis, kontraksi, aliran sitoplasma, perubahan bentuk sel, dan amoeboid.

Aktivitas dari mikrofilamen atau filamen aktin membuat pergerakan seperti aliran sitoplasma dan gerak ameboid (gerak sel tunggal Protista, cendawan, dan hewan yang memakai protoplasmanya yang mengalir keluar sel untuk membentuk semacam kaki semu atau pseudopod, selanjutnya bagian sel yang tertinggal maju kea rah pseudopod untuk menghasilkan gerak sel di suatu permukaan). 

Cara Mengamati Mikrofilamen

Karena ukurannya yang sangat kecil, mikrofilamen hanya dapat diamati menggunakan mikroskop elektron. Mikrofilamen bisa dilihat dengan mikroskop fluoresensi dengan bantuan antibody antiaktin yang bisa diperoleh dari lawan aktin pada hewan atau menggunakan analog fluoresen falotoksin yang berasal dari cedawan Amanita phalloides yang secara khas saling terikat dengan molekul aktin (atau lir-aktin). 

Fungsi Mikrofilamen (Filamen Aktin)

Fungsi utama dari mikrofilamen atau filamen aktin adalah sebagai berikut:
  1. Mikrofilamen berfungsi membentuk sitoskeleton dinamis untuk menghasilkan dukungan struktural bagi sel dan menghubungkan bagian internal sel dengan lingkungannya serta memberikan informasi tentang lingkungan eksternal sel.
  2. Sebagai pengangkut dalam proses mitosis, organel intraseluler akan diangkut oleh protein motor bagi sel anak di sepanjang serat aktin.
  3. Mikrofilamen berfungsi untuk memberikan motilitas sel, misalnya lamellipodia dan filopodia.
  4. Pada sel-sel otot, mikrofilamen selaras dan protein miosin akan memproduksi kekuatan pada filamen untuk mendukung kontraksi otot.
  5. Pada sel bukan otot, mikrofilamen (filamen aktin) membentuk sistem jalur bagi transportasi kargo dengan dukungan protein miosin non konvensional seperti miosin IV dan V. Miosin non-konvensional akan memakai energi dari hidrolisis ATP untuk mengangkut kargo (misalnya vesikel dan organel) pada tingkat yang lebih cepat daripada proses difusi.
  6. Mikrofilamen berperan pada proses pengaliran sitoplasma saat pembelahan sel
  7. Mikrofilamen berfungsi untuk menahan tegangan sel.
Demikianlah penjelasan tentang Mikrofilamen: Fungsi dan Struktur Lengkap, semoga bermanfaat. 


EmoticonEmoticon