Mikrotubulus: Fungsi dan Struktur Lengkap

Mikrotubulus (mikrotubula) adalah bangunan sel berbentuk langsing silindris, tidak bercabang, tidak bermembran, dan berongga yang tersusun atas protein, memiliki panjang tak menentu dengan diameter sekitar 25 nm. Organel ini terdapat pada hampir semua sel dan sering dijumpai sebagai unsur tunggal yang tersebar secara merata di dalam sitoplasma. Pada kebanyakan sel hewan, mikrotubulus tumbuh seperti jari-jari dari pusat sel (cell center sentrosom) yang terletak dekat nukleus. Fungsi utama mikrotubulus adalah untuk membentuk sentriol, silia, dan benang-benang spindel. 

Mikrotubulus: Fungsi dan Struktur Lengkap

Ahli-ahli sitologi klasik melakukan deskripsi tentang sejumlah fibrila berbentuk benang dan filamen-filamen di dalam sel, biasanya dengan mendasarkan klasifikasi mereka pada jenis sel atau jaringan di mana fibrila-fibrila itu terdapat. Dengan datangnya mikroskop elektron, komponen-komponen fibriler dari sel diurai menjadi dua tipe, filamen dan mikrotubulus. Di bawah kondisi-kondisi tertentu mikrotubulus dapat tampak dalam sel (dalam jaringan yang difiksasi dalam glutaraldehida pada temperatur kamar) sebagai silinder-silinder lurus yang berongga, berukuran 24 nm (240 amstrong) dalam diameter dan dengan berbagai ukuran panjang.

Struktur Mikrotubulus

Mikrotubulus atau mikrotubula adalah organel sel yang ada dalam sitoplasma semua sel eukariot, berupa silinder panjang berongga dengan panjang diameter luar sekitar 25 nm dan diameter dalam sekitar 12 nm. Panjangnya tidak seragam, dari beberapa nanometer sampai ke beberapa mikrometer. Mikrotubulus tersusun atas molekul-molekul bulat protein globular yang disebut tubulin. Pada kondisi tertentu, secara spontan molekul tersebut bergabung membentuk silinder panjang berongga. Setiap molekul tubulin terdiri dari subunit polipeptida yang serupa. 

gambar mikrotubulus

Tiap molekul tubulin tersebut memiliki bobot sekitar 110 ribu Dalton dan merupakan dimer dari protein tubulin a dan tubulin b. Jika diiris melintang, organel mikrotubulus tampak seperti 13 subunit dalam susunan heliks. Sub unit ini adalah bagian dari 13 benang tubulin, masing-masing terangkai membentuk heliks yang menjadi bagian dari dinding mikrotubulus. Kedua jenis tubulin ini tersusun berselang-seling sepanjang benang.

Baca Juga:
Tiap mikrotubulus tersusun dari struktur-struktur kecil dari filamen berspiral dengan diameter sekitar 4 sampai 5 nm, mereka sendiri tersusun dari subunit-subunit protein kecil-kecil berbentuk bola yang disebut tubulin. Mereka terdapat hampir dalam semua jenis sel, meskipun mungkin mereka mempunyai berbagai peran, namun fungsi yang paling umum untuk mereka ialah bahwa mereka membentuk bagian dari suatu sistem motil (seperti dalam pusat sentral dari silia dan flagela) suatu sistem transpor intraseluler (seperti dalam akson dari sel saraf, di mana mereka berfungsi sebagai ban berjalan untuk menggerakkan bahan sepanjang proses sitoplasma), dan fungsi pendukung atau "kerangka" (dalam sel-sel darah merah).

Fungsi Mikrotubulus

Mikrotubulus mungkin berperan dalam perubahan bentuk yang terjadi selama diferensiasi seluler. Mikrotbulus juga terlibat dalam proses penggerakkan kromosom sewaktu pembelahan sel. Mikrotubulus terdapat sebagai unit-unit tunggal atau sebagai kelompok dalam barisan-barisan paralel, kadang-kadang tergabung berdua atau bertiga, seperti dalam inti silia atau alat penggerak dari ekor sperma. Mereka senantiasa dalam keadaan terurai dan terbentuk kembali dari subunit-subunit globular tubulin, suatu proses yang dapat terhalang oleh racun kolkisin atau vinblastin. Hanya tubula dari silia, sentriola, dan benda-benda basal yang tampaknya melawan obat-obat itu dan karena itu merupakan unsur-unsur mikrotubulus yang stabil dalam sel. Mikrotubulus memiliki fungsi
  1. Mengarahkan gerakan komponen-komponen sel
  2. Membantu mempertahankan bentuk sel, dan
  3. Membantu proses pembelahan mitosis.
Demikianlah penjelasan tentang Mikrotubulus: Fungsi dan Struktur Lengkap, semoga bermanfaat.


EmoticonEmoticon